Team Based Project (TBP) adalah projek tahunan yang telah berjalan sejak tahun 2023. Projek ini biasanya dilaksanakan oleh masing-masing program studi. Perdana sejak tahun 2025, pelaksanaan projek ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara 2 progam studi dengan fakultas yang berbeda. “Saya pengen ada experience baru, mau lihat gimana dinamika mahasiswa lintas prodi menjalin komunikasi untuk project, gimana dinamika problem solving terhadap projek. Selalu ada insight baru yang saya terima tiap sesi sharing. Dengan gabungan dua prodi ini salah satunya ya buka relasi, bonusnya dapet jodoh, hehe” ujar pak Padlun selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila sekaligus penanggung jawab Team Based Project.
Kegiatan Team Based Project ini dilaksanakan oleh kelompok 3, mahasiswa angkatan 2025 dengan kolaborasi program studi manajemen kelas 25MN8 dan teknik mesin kelas 25TM1B dengan tajuk projek “Upgrade Your Value Through Your Words And Actions” guna mendorong pola pikir Gen-Z untuk menghindari kejahatan verbal dan nonverbal. Dengan Dosen Pengampu: Padlun Fauzi, S.Hum., M.Sc.
Projek ini tidak dilakukan dalam waktu yang singkat. Pelaksanaannya membutuhkan persiapan yang matang dan dalam waktu yang cukup lama. Setelah penjelasan mengenai projek oleh Pak Padlun dan pembagian kelompok, para pelaksana projek diberikan Logbook untuk mencatat kegiatan yang dilakukan per satu pekan.
Pekan pertama — kegiatan yang dilakukan kelompok 3 yaitu melakukan pertemuan guna mengatur koordinasi antar anggota kelompok, bagaimana pembagian tugas, jobsdesk dan struktur kelompok. Dimana ada 9 jobsdesk, yaitu: Koordinator Lapangan, Wakil Koordinator, Perencana, Peniliti, Desainer, Humas, Dokumentator, Konten Kreator, dan Evaluator.
Pekan ke-2 — kegiatan selanjutnya yang dilakukan kelompok 3 yaitu merencanakan teknis kegiatan: Tema yang akan diangkat, Judul Projek, Lokasi Projek, dan Waktu Pelaksanaan Projek.
Pekan ke-3 – Kegiatan pada pekan ini lebih menekankan pada pelaksanaan jobsdesk masing-masing anggota. Contoh: Peneliti mencari materi untuk dipaparkan, Desainer merancang spanduk dan infografis yang berdasar pada materi yang dibuat oleh peneliti.
Kemudian pada pekan ke-4 adalah pelaksanaan kegiatan yang berlokasikan di SMK Negeri 2 Pangkalpinang
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 11 November 2025 pukul 14.30 – 15.00 WIB yang berlokasikan pada ruang kelas di SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Salah satu tujuan pelaksanaan Team Based Project bertajuk “Upgrade Your Value Through Your Words And Actions” adalah guna menumbuhkan komunikasi positif antar pelajar, membentuk karakter pelajar unggul yang berintegritas, dan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai harga diri sebagai makhluk sosial.
Pelaksanaannya melalui presentasi yang dilakukan oleh Rizka Agustina dan Neal Orlen Sudiro.
Adanya pemaparan mengenai Etika Komunikasi, Dampak kekerasan Verbal dan Non Verbal, dan Pencegahan Kekerasan seperti:
- Definisi Kekerasan
Kekerasan Verbal: Tindakan menyakiti orang lain menggunakan kata-kata, seperti menghina, mengancam, atau mengejek.
Kekerasan Nonverbal: Tindakan menyakiti orang lain tanpa kata-kata, baik secara fisik (memukul, mendorong) maupun psikis (gestur mengancam, mengucilkan). - Dampak Kekerasan (Pelaku dan Korban) Dampak di Dunia Nyata & Maya
Korban akan mengalami Trauma psikis, penurunan percaya diri, masalah sosial.
Dan bagi pelaku akan adanya track record yang buruk (jejak digital/rekam jejak buruk didunia nyata ataupun didunia maya). Hal ini menjadi hilir sulitnya mencari pekerjaan di masa depan karena citra dan etika yang buruk bagi pelaku. - Pencegahan Kekerasan
Pencegahan menekankan pada peran Pendidik yang Baik (Orang Tua):
Model Orang Tua sebagai Pendidik Utama: Orang tua berfungsi sebagai contoh dan model yang utama dan pertama kali ditiru oleh anak di rumah.
Acting dan Habit: Orang tua harus menampilkan (acting) dan menjadikan kebiasaan (habit) perilaku yang mereka inginkan agar diketahui dan ditiru oleh anak. Sebab, apa yang dilihat anak dari perilaku orang tua, akan menjadi acuan bagaimana mereka bersikap di lingkungan sosial dunia nyata maupun dunia maya. Kemudian harus adanya etika bersosial media dan kesadaran diri sendiri yang menekankan pada mindset para pelajar bahwa menyakiti orang lain itu bukan sesuatu yang keren dan dapat dibanggakan.
Pada sesi akhir acara adanya evaluasi bagaimana siswa menyimpulkan apa yang mereka dapatkan dari pemaparan yang sudah disampaikan melalui sesi tanya-jawab. Selanjutnya dilakukan mini games untuk menghibur siswa serta sebagai penutup acara.

