Wamenag Apresiasi UICI Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo H.R. Muhammad Syafii, mengapresiasi peran Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran berbasis digital.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat menerima audiensi jajaran UICI di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Audiensi dihadiri Rektor UICI Prof. Asep Saefuddin, Wakil Rektor I Wonny Ahmad Ridwan, Wakil Rektor II Lely Pelitasari Soebekty, serta jajaran UICI lainnya.

Wamenag menilai sistem pendidikan digital yang diterapkan UICI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala jarak dan wilayah. Dengan dukungan teknologi, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari berbagai daerah.

“Siapa saja yang kemudian mendaftar di UICI, apakah itu di Jakarta, di seluruh provinsi Republik Indonesia, di pelosok-pelosok, sepanjang masih ada jaringan, bahkan di luar negeri, itu bisa menjadi mahasiswa UICI,” ujar Wamenag.

Menurutnya, karakter UICI sebagai universitas digital juga membuat proses pembelajaran tidak bergantung sepenuhnya pada pertemuan tatap muka. Hal tersebut memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dalam menjalani pendidikan.

“Ini universitas digital, sehingga tidak membutuhkan infrastruktur karena infrastrukturnya adalah digital itu sendiri,” katanya.

Wamenag menilai sistem pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi kendala geografis maupun aktivitas pekerjaan dalam mengakses pendidikan tinggi.

Karena itu, ia berharap pengembangan pendidikan digital seperti yang dilakukan UICI mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat semakin memperkaya sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Wamenag juga mengajak para pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk mempertimbangkan UICI sebagai salah satu pilihan. Fleksibilitas pembelajaran dinilai memungkinkan mahasiswa tetap menempuh pendidikan di tengah berbagai aktivitas yang dijalankan.

“Sehingga kalian bisa terus bekerja, bisa terus berkarya, tidak perlu khawatir di mana pun akan ditempatkan, tapi terus tetap bisa menuntut ilmu di Universitas Insan Cita Indonesia,” tuturnya.

Ia berharap pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan dapat semakin membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *